Minum obat batuk hingga mabuk , Tiga perusahaan di Nigeria di tutup oleh pemerintah setempat.

Kamis (10/5) Pemerintah Nigeria menutup tiga perusahaan yang memproduksi obat batuk berkomposisi Codeine. Ketiga perusahaan tersebut diantaranya adalah Peace Standard Pharmaceuticals , Bioraj Pharmaceuticals dan Emzor Pharmaceuticals.

Diketahui bahwa Codeine adalah obat yang berfungsi untuk mengobati nyeri ringan sampai cukup parah. Codeine sendiri dapat menyebabkan Detak jantung dan denyut nadi melemah, kebingungan , berhalusinasi serta bertindak yang tidak wajar.

Menurut Investigasi BBC , Nafdac (National Agency For Food and Drug Administration and Control) Sebuah lembaga setempat yang mengatur penanganan obat dan makanan mengeluarkan Statemen bahwa Perusahaan yang ditutup merupakan perusahaan yang memang tidak ingin bekerja sama dengan inspektur pemeriksa. Adapun permasalahan inti dari kasus ini adalah Sirup batuk yang dijual di pasar gelap dan disalah-gunakan oleh pemuda nigeria untuk mendapatkan Efek Mabuk seperti obat bius.

“Mereka (Ketiga Perusahaan Tersebut) Tidak bisa bekerja sama dengan inspektur pemeriksaan kami. Mereka menolak untuk memberikan Dokumen-dokumen yang kami butuhkan untuk pengecekan, untuk itulah kami menutup secara resmi perusahaan tersebut.” Tegas Direktur Nafdac , Mojisola Adeyeye

“Perusahaan-perusahaan itu masih dapat beroperasi kembali suatu waktu, tergantung dari kerjasama mereka untuk dapat kami investigasikan secara keseluruhan” Terangnya

Pada tanggal 1 Mei kemarin , Lembaga Nafdac Sudah memberikan imbauan kepada tiap tiap perusahaan bahwa untuk tidak mengimpor obat batuk yang mengandung Codeine tersebut.

Larangan tersebut dikarenakan adanya seorang Wartawan BBC yang menyamar dan berhasil memergoki seorang elite di Emzor Pharmaceuticals yang bisa menjual satu juta box obat itu dalam pasar Gelap. Namun pihak Emzor sendiri sepertinya membantah hal tersebut dan menangguhkan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam pasar gelap manapun.

Sirup obat batuk ini telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *